.

Berita Terbaru :

Agenda

Tampilkan postingan dengan label Enny Luthfiani. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Enny Luthfiani. Tampilkan semua postingan

Perjalanan Sahabat Ilmu Jambi ke Desa rukam dan Sakean

Senin, 01 April 2013

Assalamualaikum...
Udah lama aku gak posting blog, padahal koneksi internet lancar-lancar aja sih tapi mood nulisnya yang nggak lancar huhuhuh.
Aku mau cerita tentang perjalananku bersama komunitas Sahabat Ilmu Jambi (SIJ) ke Desa Rukam dan Sakean. Oh ya sebelumnya aku udah pernah cerita tentang komunitas SIJ disini.
Beberapa waktu lalu antara bulan Januari-Februari beberapa wilayah di kota Jambi terkena musibah banjir yang disebabkan curah hujan yang tinggi dan meluapnya permukaan sungai terpanjang di pulau Sumatera, sungai batanghari.
Alhamdulillah tempat tinggal aku nggak kena karena jauh dari sungai. Kebanyakan yang kena itu wilayah yang dekat dengan sungai. Jadilah kami komunitas SIJ melakukan penggalangan dana untuk membantu korban banjir. Penggalangan dana cuma sekitar 4 hari tapi Alhamdulillah banyak sekali uluran tangan orang-orang yang berbaik hati yang mau menyumbang melalui SIJ. Aku sendiri nggak nyangka kami bisa memperoleh sumbangan dana lebih dari dua belas juta rupiah. Belum lagi bantuan baju bekas layak pakai. Alhamdulillah banget.
Akhirnya setelah dimusyawarahkan SIJ sepakat untuk menyalurkan bantuan yang kami dapat ke empat wilayah, yaitu desa Rukam, desa Sakean, Sebrang ,dan desa di dekat area candi Muara Jambi.
Dana yang kami peroleh kami belanjakan sembako berupa beras, minyak, air mineral, mie instan, kopi, teh, dll. Kenapa dibeliin sembako? Karena wilayah yang akan kami datangi ini sebenarnya sudah langganan terkena musibah banjir ,mereka sudah antisipasi dengan membangun rumah panggung. Tapi tetep aja kalau udah banjir besar, air akan menggenangi seluruh halaman mereka bahkan ada yang sudah masuk rumah sampai semata kaki padahal tonggak rumah mereka sendiri  tingginya 2 m atau lebih. Dengan begitu mereka susah kemana-mana, apalagi desa nya desa yang jauh dari kota mereka susah untuk beli sembako kebutuhan mereka. Kalau pun ada yang jual, harganya pasti melambung tinggi karena memanfaatkan sikon.
Jadilah tanggal 28 februari lalu aku dan beberapa relawan SIJ (bang Maul, bang Diding, kak Rieo, Fani, Rara, Rini dan Tiara) menyalurkan bantuan ke desa Rukam dan desa Sakean. Sedangkan relawan lainnya menyalurkan bantuan ke Sebrang dan Muaro Jambi.
Pertama kami ke Desa Rukam, perjalanan kesana melalui jalan darat 1,5 jam trus disambung jalan air naik ketek (perahu) sekitar 40 menit. Kalau nggak banjir bisa sebenarnya pakek jalan darat aja tapi berhubung banjir jadi akses jalannya keputus.
Aku dan temen-temen relawan kesana naik mobil pick up. Iya, kita duduk di bak pick up plus dengan kardus-kardus mie, beras berkarung-karung dan sembako lainnya. Sempil-sempilan sih, tapi seru kok karena sepanjang jalan kita sambil becanda dan ketawa. 
narsisan dulu sebelum berangkat
Lebih seru lagi pas bagian naik perahu, ada relawan SIJ yang parno naik perahu sampe-sampe sepanjang jalan di atas perahu dia terus nutup mata sambil megang ujung bajunya sekuar-kuatnya. Oke, itu bukan aku ya. Soalnya kalau aku sendiri seneng-seneng aja naik perahu. Seru.
Sampe di desa Rukam kita semua miris. Karena desa mereka itu tepat di tepi sungai, dan ketika air sungai meluap rumah panggung mereka seolah-seolah menjadi rumah terapung. Halaman mereka air semua. Ih ngeri banget deh, salah-salah bisa kecemplung di sungai. Tapi Alhamdulillah banjir di desa mereka nggak ada memakan korban. Kerennya, anak-anak kecil disana udah lihai banget naik atau ngedayung perahu. Mungkin udah biasa kali ya, nggak kayak anak SIJ yang parnoan naik perahu *colek Fani*

Senengnya lagi, disana kami disambut anak-anak SD disana. Mereka tuh pada semangat, ceria, dan antusias. Kita semua main games, nyanyi-nyanyi, rasa lelah menempuh perjalanan kesana sirna seketika melihat wajah-wajah mereka yang polos, lugu, ngegemesin, menyenangkan lah pokoknya
.
Tapi ada satu kejadian yang bikin miris, waktu itu ada seorang anak kecil nangis terus ditanya sama relawan SIJ, kak Rieo “Adek kenapa nangis?” “Haus” “Kenapa nggak minum?” “Nggak ada air minum”. Langsung aja kak Rieo ngambil air mineral yang kami bawa. Sedih euy, karena haus dia sampe nangis tersedu-sedu gitu. Padahal kalau di rumah aku sendiri bisa minum sebanyak apapun tanpa khawatir air akan habis.
Ya, di Desa Rukam air bersih sulit karena banjir. Listrik pun nggak ada disana. Kalau penduduk sana butuh listrik mereka menggunakan mesin diesel. Sekolah pun cuma ada SD dan SMP. Jadi kalau anak-anak disana mau melanjutkan SMA ya mesti ke kota Jambi. Sinyal handphone disana juga cuma ada dua provider, itupun dikit-dikit. Dengan segala kesederhanaaan itu, aku menyukai desa Rukam dengan penduduknya yang ramah-ramah.
Selain main sama anak-anak disana, kita nggak lupa foto-foto bareng :D 


Eh, sebelum pulang semua kami juga di jamu makan di rumah salah satu warga disana. Enak banget kita makan nasi pakek lauk tempoyak, favorit aku. setelah itu baru deh kita pamit sama warga disana dan bilang semoga bantuannya bermanfaat. Mereka juga ngucapin makasih berkali-kali karena bantuan datang ya cuma dari SIJ ini. mungkin banyak yang gak tau tentang keadaan desa Rukam karena memang desa tersebut rada terpencil.
Kami bilang, kami dari SIJ pasti bakal balik lagi ke Desa Rukam dengan relawan yang lebih banyak untuk melakukan pendampingan bersama anak-anak disana. Rukam, tunggu kami kembali ya :”)







Keluar dari desa Rukam, langit udah gelap. Badan rasanya udah capek pakek banget. Masih diatas bak pick up, kita semua masih harus ke desa Sakean. Sampe di desa Sakean kira-kira Jam 8 malam. Untunglah di desa Sakean ternyata banjir sudah hampir surut, dan keadaan disana nggak separah di desa Rukam. Karena udah malem, kita nggak lama-lama disana. Setelah nurunin sembako, kita pamit pulang sama pak Sekdes disana. Kita juga dikasih oleh-oleh rambutan sama bapaknya.
Hari itu jadi hari yang berkesan bagi aku, bang Maul, bang Diding, kak Rieo, Fani, Rara, Rini dan Tiara sebagai relawan SIJ. Walau capek, kita ngerasa bahagia. Bisa main sama anak-anak di desa Rukam, bisa sedikit meringankan beban korban banjir Desa Rukam dan Sakean. Sesungguhnya berbagi memang nggak pernah bikin rugi justru sebaliknya, ada perasaan bahagia yang menyusup kedalam hati kami masing-masing. 
Oh ya, karena kecapekan di jalan pulang aku sambil tiduran di bak pick up. Aku lihat langit malam itu indah banget banyak bintang. Aku memang pernah berkhayal untuk berbaring menghadap langit menikmati kerlip bintang di atas rerumputan yang nyaman tapi pada kenyataannya aku menikmati langit penuh bintang di atas bak mobil pick up. Ya sudahlah ya hahaha -___-
Akhirnya aku sampai rumah jam 11 malem. Pulang-pulang langsung mandi, sholat, trus aku tidur dengan badan yang capek tapi dengan hati yang senang.
Oh iya, aku cerita ini bukan karena Riya’ tapi memang sebagai bahan laporan untuk para donatur dan juga catatan untuk blog komunitasku.  Kunjungi ya blog Sahabat Ilmu Jambi.
-Berbagi, tak pernah rugi. Berbagi berarti kita kaya, karena punya cukup untuk diri sendiri dan berlebih untuk kemudian ada yang kita beri-
 

Happy 1st Anniversary SAHABAT ILMU JAMBI :D

Senin, 06 Agustus 2012


Happy 1st Anniversary SAHABAT ILMU JAMBI :D *yeaaay* *party*


5 agustus 2012 kemarin, komunitasku Sahabat Ilmu Jambi (SIJ) genap usianya satu tahun. Bener-bener nggak kerasa. Selama satu tahun disana banyak suka duka yang aku rasain. Tapi.. kebanyakan sukanya sih :D eh, buat kamu yang kebetulan nyasar di blog ini dan kebetulan baca tulisan aku yang rada waras ini (tulisan lain pada ngaco soalnya) aku jelasin lagi ya apa itu SIJ. Sebelumnya aku udah pernah cerita disini.

Baiklah, aku cerita lagi deh. Jadi gini, pada suatu hari.. ada seorang kakak senior di kampusku yang baik hati, manis dan kurang kece (karena yang paling kece hanya aku) bikin postingan di blog, facebook dan twitter yang isinya mengajak siapapun yang mau menjadi sukarelawan untuk mendampingi anak-anak panti asuhan di kota Jambi dalam meningkatkan minat baca dan tulis.

Pucuk dicinta gayung bersambut (kayaknya.. ada yang salah sama pepatah ini, ah sudahlah apalah arti sebuah pepatah yang penting kalian ngerti kan maksud aku). Aku langsung tertarik dan bilang ke kk senior ku itu untuk mau bergabung dan menjadi relawan. Dari duluuu banget, aku emang pengen ngajar anak-anak jalanan atau anak-anak yang kurang beruntung. Cuma dulu itu ya ada niat aja, action nya belum. Untungnya seniorku itu punya ide brilian untuk membuat komunitas SIJ.

Di SIJ, aku dikasih pelatihan gimana caranya menghadapi anak-anak panti asuhan (disebut sebagai adik asuh) yang karakternya macem-macem. Udah dikasih pelatihan, arahan serta beberapa kali diskusi barulah aku dan relawan-relawan lainnya terjun langsung ke panti asuhan. SIJ sekarang menaungi dua panti asuhan di kota Jambi. yaitu panti asuhan Darul Aitam dan panti asuhan Madinatul Aitam, dua-duanya ada di daerah 16. Aku dapat di panti asuhan Madinatul Aitam.

Kebetulan aku dapat dua orang adik asuh, namanya Raja dan Riska. Raja umurnya 10 tahun tapi masih kelas 2 SD, itu karena dia sebelum masuk panti asuhan putus sekolah karena kedua orangtuanya udah gak ada dan dia diasuh nenek-kakeknya yang juga nggak mampu ngebiayain dia sekolah. si Raja ini anaknya cuek banget, susah banget caranya ngedapetin perhatian dan fokus dia. Tapi lama kelamaan, karena intensitas ketemu juga, dia sekarang udah mau diem walaupun setengah jam untuk membaca buku. Raja paling suka sama buku tentang kisah para nabi dan sahabatnya yang tulisannya besar-besar dan banyak gambar. Lain lagi dengan Riska, dia kelas 3 SD. Pada dasarnya si Riska ini udah hobi baca, anaknya juga pinter, selalu juara kelas. Tapi sayangnya si Riska anaknya tertutup banget dan nggak banyak cerita.

Duh, bisa abis berapa lembar kalau aku ceritain semua detail tentang mendampingi mereka dari awal. Mungkin bisa bikin buku, trus aku jadi penulis terkenal. Tapi kayaknya aku belum siap, masih pengen ngurusin kuliah, terutama ngecengin senior ganteng di kampus. #eh #salahfokus

Pokoknya selama setahun bergabung bersama SIJ aku ngerasa seneng banget. Seneng rasanya bisa berbagi meskipun nggak banyak dan bukan dalam bentuk materi ke mereka yang mungkin nggak seberuntung mereka. di SIJ juga aku jadi tau, kalau ada anak yang masuk panti asuhan bukan semata-mata kedua orangtuanya meninggal dunia tapi juga ada yang anak yatim atau anak piatu yang orangtuanya udah nggak mampu lagi ngebiayain hidup dan biaya sekolah mereka. Jadilah mereka dimasukkan ke dalam panti asuhan. Pilihan yang baik meskipun berat, daripada anak ditelantarkan dan akhirnya mereka mencari jati diri di luar sana dengan cara yang salah.

Selain itu, di SIJ juga aku ketemu dengan orang-orang dengan latar belakang yang berbeda tapi kami punya niat dan tujuan yang sama. Semuanya ingin berbagi, semuanya ingin melakukan sesuatu demi perubahan yang lebih baik, meski kamu semua kadang tersandung tembok keterbatasan, sedikit demi sedkit, saling bahu membahu berusaha meruntuhkan tembok keterbatasan tersebut. Cailaaaah bahasa aku berat bener, ntah ini lagi dapat wangsit darimana :p

Selamat ulang tahun SIJ, semoga SIJ makin maju, makin dikenal banyak orang karena dengan begitu semoga makin banyak yang tergerak dan turut membantu kita dalam membuat perubahan yang lebih baik terutama di bidang sosial dan pendidikan. Semoga SIJ anggotanya makin solid, kompak, dan memegang teguh komitmen. Semoga suatu hari nanti, SIJ bukan cuma komunitas tapi jadi yayasan yang isinya ada sekolah SAHABAT ILMU JAMBI dimana sekolahnya berkualitas tapi gratisan untuk mereka yang nggak mampu. hihihi Amiin.

bersama SIJ, aku yakin.. aku bisa.. kita bisa.. terus menebar ilmu dan membuka cakrawala :)






Nb : oh ya, kalau mau tau kakak senior ku yang mencetuskan ide membuat komunitas SIJ, yang tadi aku bilang orangnya baik hati, manis dan kurang kece. klik disini ya. :)



original posting:
http://ennyluthfiani.blogspot.com/2012/08/happy-1st-anniversary-sahabat-ilmu.html?spref=fb

Catatan Relawan

Daftar Buku Hadiah

 

© Copyright Social Education Community: Sahabat IlmuJ ambi 2010 -2011 | Design Edited by Mr_ikky | Published by Sahabat Ilmu Jambi | Powered by Blogger.com.